Cek Ini sebelum Membeli Asuransi Kesehatan

Pemerintah memang sudah mengeluarkan BPJS, Kartu Indonesia Sehat, atau pun Askes untuk masyarakat kurang mampu tapi bantuan pemerintah ini hanya bisa digunakan untuk mendapatkan perawatan medis standar. Untuk obatnya sendiri memang bisa didapatkan secara gratis tapi soal kualitas obat, masih perlu dipertanyakan kali. Pihak rumah sakit pun biasanya sudah memberitahukan hal ini kepada keluarga pasien dan mereka menyarankan untuk membeli obat yang berkualitas (paten) bila ingin pasien cepat sembuh. Ini berarti bahwa keluarga pasien harus keluar dana sendiri untuk mendapatkan obat tersebut. Oleh sebab itu, bila ingin mendapatkan layanan yang maksimal dari rumah sakit tanpa ada syarat dan ketentuan tertentu, sebaiknya beli asuransi kesehatan yang banyak ditawarkan oleh agen-agen asuransi.

Btw, apakah Anda tertarik untuk membeli health insurance? Jika iya, pastikan untuk mengecek hal-hal di bawah ini dengan detail agar bisa menemukan produk asuransi kesehatan yang tepat:

Jaringan rumah sakit

Idealnya, pilih asuransi kesehatan yang memiliki jaringan rumah sakit di seluruh kawasan di Indonesia atau bahkan dunia. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot mencari rumah sakit rekanan perusahaan bila Anda membutuhkan perawatan medis. Coba bayangkan jika rumah sakit rekanan berada di luar kota dan Anda butuh perawatan medis secepatnya. Besar kemungkinan keselamatan jiwa Anda tidak akan tertolong bila harus pergi ke rumah sakit rekanan tersebut. Bagaimana bila healthinsurance yang diminati memiliki jaringan rumah sakit yang terbatas? Sebaiknya cari yang lain saja walaupun premi yang ditawarkan jauh lebih murah. Sadari bahwa murahnyapremi bukanlah patokan Anda untuk memilih asuransi kesehatan karena semakin kecil premi, semakin rendah pula layanan yang didapat. Sebaliknya, bila preminya tinggi, semakin besar layanan yang didapat.

Limit perawatan per tahun

Di Indonesia, perusahaan-perusahaan asuransi kesehatan menerapkan limit perawatan per tahun yang berbeda-beda. Ada yang menerapkan limit perawatan keseluruhan dengan jumlah yang biasanya bernilai ratusan juta dan ada pula yang menerapkan limit perawatan per perawatan. Sebagai ilustrasi, health insurance A menawarkan limit perawatan keseluruhan sebesar 300 juta rupiah per tahun dan askes B menawarkan limit perawatan per perawatan sebesar 10 juta per tahun. Mana yang lebih baik? Secara teori jelas limit perawatan keseluruhan yang lebih baik. Mengapa? Coba bayangkan jika limit perawatan per perawatan adalah 10 juta sedangkan anda harus dirawat inap di rumah sakit selama 10 hari dan harus menjalani operasi yang menelan biaya sebesar 30 juta, itu berarti bahwa masih selisih dari biaya tersebut harus dibayar sendiri. Bayangkan jika Anda masuk rumah sakit 3-4 kali dalam setahun dan limit perawatan sebesar 10 juta itu sudah habis duluan. Sudah pasti Anda sendiri yang harus membayar biaya rumah sakit.

Maksimum rawat inap per tahun

Berapa lama Anda bisa menggunakan layanan rawat inap di rumah sakit rekanan perusahaan asuransi? Nah, jawabannya harus dicari tahu sendiri karena setiap perusahaan asuransi mungkin menerapkan batasan sendiri. Pada umumnya, maksimum rawat inap per tahun pada suatu asuransi kesehatan adalah 60 hari. Itu berarti bahwa lebih dari 60 hari, biaya ditanggung sendiri. Apakah jumlah ini terlalu sedikit? Jelas jawabannya tidak karena kebanyakan orang paling tidak dirawat inap selama 3-7 hari saja atau paling lama 2-4 minggu.

Santunan meninggal dunia

Santunan meninggal dunia ini sebenarnya termasuk ke dalam proteksi asuransi jiwa tapi tetap ada di asuransi kesehatan. Setiap askes yang ada di Indonesia biasanya dilengkapi dengan santunan ini. Berapa jumlahnya? Jumlah santunan bervariasi dan pada umumnya nominalnya bisa puluhan sampai ratusan juta rupiah. Bila Anda menemukan nominal kurang dari itu, sebaiknya pilih asuransi kesehatan lainnya.