Pebisnis Wajib Buat Laporan Keuangan!

Meski pekerja kantoran, bukan berarti tidak bisa sembari menjalani bisnis. Bahkan, tak sedikit orang yang sukses menjalani kedua-duanya. Keputusan ini memang tepat diambil ketika gaji bulanan hanya sekedar cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, kita hidup bukan untuk masa sekarang tetapi juga masa depan. Apabila tidak dipersiapkan dari sekarang, bakalan mengalami keterpurukan di masa depan.

Mengingat Anda tidak sepenuhnya mengalokasikan waktu untuk bisnis, sebaiknya pilih bisnis yang lebih fleksibel serta lebih mudah dijalani. Terlepas dari bisnis apa yang akan digeluti, Anda tidak boleh mengabaikan laporan keuangan meski bisnis masih dalam skala kecil. Pelajari lebih lanjut tentang laporan keuangan usaha di sini.

Apa pentingnya?

Baik usaha yang sudah besar atau baru berdiri sama-sama perlu dibuat laporan keuangan. Ini alasan mengapa laporan keuangan mesti dibuat:

  • Mengetahui kondisi keuangan usaha. Kondisi keuangan usaha harus dipantau. Jika memang “tidak sehat”, Anda harus segera mengambil tindakan misalnya dengan penambahan modal pribadi, mendapatkan donor dana dari investor, atau mengajukan pinjaman dari lembaga keuangan. Laporan keuangan memudahkan Anda memantau kondisi kas sekaligus modal usaha.
  • Melakukan evaluasi sekaligus memudahkan dalam pengambilan keputusan. Dengan laporan keuangan, Anda bisa mengevaluasi tepat tidaknya perencanaan keuangan, strategi pemasaran, dll yang telah dilakukan selama satu periode terakhir. Ketika laporan keuangan menunjukkan perusahaan mengalami kerugian, berarti Anda harus melakukan perbaikan terhadap beberapa aspek.

Apa saja laporan keuangan yang perlu dibuat?

Setidaknya Anda membuat 3 laporan keuangan yaitu laporan laba/rugi, perubahan modal, dan neraca.

  • Laporan laba/rugi. Laporan ini menginformasikan seluruh pendapatan sekaligus beban dalam satu periode. Usaha dikatakan rugi manakala pendapatan yang diperoleh lebih kecil daripada biaya yang dikeluarkan dan berlaku sebaliknya.
  • Laporan perubahan modal. Laporan ini menginformasikan jumlah aktiva/kekayaan dan pasiva/kewajiban. Ekuitas atau modal usaha yang riil adalah selisih antara aktiva dengan pasiva.
  • Laporan neraca. Laporan ini berperan untuk menunjukkan posisi keuangan usaha. Laporan yang dibuat setahun sekali ini membahas seputar harta apa saja yang dimiliki usaha, berapa kewajiban yang harus dibayarkan, dan berapa jumlah modal usaha yang terkumpul.

Siapa saja yang membutuhkannya?

Perlu diketahui bahwa laporan keuangan dibutuhkan oleh semua pihak, bukan hanya Anda sebagai pemilik perusahaan melainkan juga pihak luar.

  • Investor. Sebelum menanamkan sekaligus menentukan besar kecilnya modal pada sebuah usaha, investor akan mereview kondisi finansial usaha melalui laporan keuangan.
  • Lembaga keuangan. Lembaga keuangan juga bakal menggunakan laporan keuangan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan, apakah menerima Anda pinjaman atau tidak serta berapa jumlah yang akan diberikan.
  • Nasabah. Sebelum bergabung dengan perusahaan, nasabah akan mencari tahu kekuatan finansial perusahaan melalui laporan keuangan. Perusahaan yang patut dipilih adalah yang memiliki kekuatan finansial yang bagus sehingga dapat menjaga kelangsungannya.

Berdasarkan uraian di atas, bisa dikatakan laporan keuangan tidak bisa dianggap sepele karena perannya yang begitu penting. Kurangnya pemahaman tentang cara mengelola keuangan jangan jadikan alasan untuk mengabaikannya. Saat ini ada banyak sekali financial planner yang bakal membantu Anda dalam hal ini. Namun, pastikan kalau perencana keuangan yang dipilih benar-benar berpengalaman dan dapat dipercaya mengingat finansial adalah masalah yang sangat riskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *